Fungsi Statistika Bagian Lima

SKEWP

Menghitung kemiringan distribusi menggunakan populasi variabel acak.

tip

This function is available since LibreOffice 4.1.


Sintaksis

SKEWP(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

Parameter harus menentukan setidaknya tiga nilai.

note

Fungsi ini adalah bagian dari Open Document Format untuk Aplikasi Perkantoran (OpenDocument) Versi 1.2. (ISO/IEC 26300:2-2015)


note

This function ignores any text or empty cell within a data range. If you suspect wrong results from this function, look for text in the data ranges. To highlight text contents in a data range, use the value highlighting feature.


Contoh

SKEWP(2;3;1;6;8;5) returns 0.2329985562

SKEWP(A1:A6) returns 0.2329985562, when the range A1:A6 contains {2;3;1;6;8;5}

DEVSQ

Mengembalikan jumlah kuadrat deviasi berdasarkan rerata sampel.

Sintaksis

DEVSQ(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

note

This function ignores any text or empty cell within a data range. If you suspect wrong results from this function, look for text in the data ranges. To highlight text contents in a data range, use the value highlighting feature.


Contoh

-10000

FORECAST

Mengekstrapolasi nilai mendatang berdasarkan nilai x dan y yang ada.

Sintaksis

LOGEST(Data_Y; Data_X; Jenis_Fungsi; Status)

Nilaiadalah nilai x, untuk setiap nilai y pada regresi linier harus dikembalikan.

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Contoh

=FORECAST(50;A1:A50;B1;B50) mengembalikan nilai Y yang diharapkan untuk nilai X 50 jika nilai X dan Y di kedua referensi dihubungkan oleh tren linier.

FORECAST.LINEAR

Mengekstrapolasi nilai mendatang berdasarkan nilai x dan y yang ada.

Sintaksis

FORECAST.LINEAR(Nilai; DataY; DataX)

Nilaiadalah nilai x, untuk setiap nilai y pada regresi linier harus dikembalikan.

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Contoh

=FORECAST.LINEAR(50;A1:A50;B1;B50) mengembalikan nilai Y yang diharapkan untuk nilai X 50 jika nilai X dan Y di kedua referensi dihubungkan oleh tren linier.

NORMSDIST

Mengembalikan fungsi standar distribusi normal kumulatif. Distribusi memiliki rerata nol dan standar deviasi satu.

Ini adalah GAUSS(x)=NORMSDIST(x)-0.5

Sintaksis

NORMSDIST(Angka)

Nomor adalah nilai di mana standar distribusi normal kumulatif dihitung.

Contoh

=NORMSDIST(1) menghasilkan 0.84. Wilayah di bawah kurva standar distribusi normal di sebelah kiri nilai X 1 adalah 84% dari total wilayah.

NORMSDIST

Mengembalikan fungsi standar distribusi normal kumulatif. Distribusi memiliki rerata nol dan standar deviasi satu.

tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

NORM.S.DIST(Nomor; Kumulatif)

Nomor adalah nilai di mana standar distribusi normal kumulatif dihitung.

Kumulatif 0 atau FALSE menghitung fungsi kepadatan probabilitas. Nilai lainnya atau TRUE menghitung fungsi distribusi kumulatif.

Contoh

=NORM.S.DIST(1;0) mengembalikan 0.2419707245.

=NORM.S.DIST(1;1) mengembalikan 0.8413447461. Wilayah di bawah kurva standar distribusi normal di sebelah kiri nilai X 1 adalah 84% dari total wilayah.

NORMSINV

Mengembalikan inversi dari standar distribusi normal kumulatif.

Sintaksis

NORMINV(Angka)

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

Contoh

=NORMSINV(0.908789) mengembalikan 1.3333.

NORMSINV

Mengembalikan inversi dari standar distribusi normal kumulatif.

tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

NORMINV(Angka)

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

Contoh

=NORM.S.INV(0.908789) mengembalikan 1.333334673.

PERMUT

Mengembalikan jumlah permutasi untuk sejumlah objek yang diberikan.

Sintaksis

PERMUT

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

Menghitung2 adalah jumlah objek dalam setiap permutasi.

Contoh

=PERMUT(6;3) mengembalikan 120. Ada 120 kemungkinan yang berbeda, untuk memilih urutan 3 kartu remi dari 6 kartu remi.

PERMUTATIONA

Mengembalikan jumlah permutasi untuk sejumlah objek tertentu (pengulangan diizinkan).

Sintaksis

PERMUTATIONA

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

Menghitung2 adalah jumlah objek dalam setiap permutasi.

Contoh

Seberapa sering 2 objek terpilih dari keseluruhan 11 objek?

=PERMUTATIONA(11;2) mengembalikan 121.

=PERMUTATIONA(6;3) mengembalikan 216. Ada 216 kemungkinan yang berbeda untuk menempatkan urutan 3 kartu bermain bersama dari enam kartu bermain jika setiap kartu dikembalikan sebelum yang berikutnya diambil.

PROB

Mengembalikan probabilitas bahwa nilai dalam rentang berada di antara dua batas Jika tidak ada End nilai, fungsi ini menghitung probabilitas berdasarkan prinsip bahwa nilai data sama dengan nilaiStart.

Sintaksis

PROB(Data; Probability; Start [; End])

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Probabilitas adalah larik atau rentang dari probablitas yang sesuai.

Start adalah nilai awal dari rentang yang probabilitasnya akan dijumlahkan.

End (opsional) adalah nilai akhir dari selang waktu yang probabilitasnya harus dijumlahkan. Jika parameter ini hilang, probablitas untuk nilai Start dihitung.

Contoh

=PROB(A1:A50;B1:B50;50;60) mengembalikan probabilitas dengan nilai dalam rentang A1: A50 juga dalam batas antara 50 dan 60. Setiap nilai dalam kisaran A1: A50 memiliki probabilitas dalam kisaran B1: B50.

RANK

Mengembalikan peringkat nomor dalam sampel.

Sintaksis

RANK(Value; Data [; Type])

Nilai adalah nilai, yang peringkatnya harus ditentukan.

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Jenis(opsional) adalah urutan urutan.

Jenis = 0 berarti turun dari item terakhir ke larik yang pertama (ini adalah baku),

Jenis = 1 berarti naik dari rentang item pertama ke yang terakhir.

note

This function ignores any text or empty cell within a data range. If you suspect wrong results from this function, look for text in the data ranges. To highlight text contents in a data range, use the value highlighting feature.


Contoh

=RANK(A10;A1:A50) mengembalikan peringkat dari nilai A10 dalam rentang nilai A1: A50. Jika Nilaitidak ada dalam rentang pesan kesalahan ditampilkan.

RANK.AVG

Mengembalikan statistik peringkat dari nilai yang diberikan, dalam larik nilai yang disediakan.Jika ada nilai duplikat dalam daftar, peringkat rata-rata dikembalikan.

note

Perbedaan antara RANK.AVG dan RANK.EQ terjadi ketika ada duplikat dalam daftar nilai. FungsiRANK.EQ mengembalikan peringkat yang lebih rendah, sedangkan fungsi RANK.AVGmengembalikan peringkat rata-rata.


tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

RANK.AVG(Value; Data [; Type])

Nilai adalah nilai, yang peringkatnya harus ditentukan.

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Jenis(opsional) adalah urutan urutan.

Jenis = 0 berarti turun dari item terakhir ke larik yang pertama (ini adalah baku),

Jenis = 1 berarti naik dari rentang item pertama ke yang terakhir.

Contoh

=RANK(A10;A1:A50) mengembalikan peringkat dari nilai A10 dalam rentang nilai A1: A50. Jika Nilaitidak ada dalam rentang pesan kesalahan ditampilkan

RANK.EQ

Mengembalikan statistik peringkat dari nilai yang diberikan, dalam larik nilai yang disediakan.Jika ada nilai duplikat dalam daftar, ini diberi peringkat yang sama.

note

Perbedaan antara RANK.AVG dan RANK.EQ terjadi ketika ada duplikat dalam daftar nilai. FungsiRANK.EQ mengembalikan peringkat yang lebih rendah, sedangkan fungsi RANK.AVGmengembalikan peringkat rata-rata.


tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

RANK.EQ(Value; Data [; Type])

Nilai adalah nilai, yang peringkatnya harus ditentukan.

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Jenis(opsional) adalah urutan urutan.

Jenis = 0 berarti turun dari item terakhir ke larik yang pertama (ini adalah baku),

Jenis = 1 berarti naik dari rentang item pertama ke yang terakhir.

Contoh

=RANK.EQ(A10;A1:A50) mengembalikan peringkat dari nilai A10 dalam rentang nilai A1: A50. Jika Nilaitidak ada dalam rentang pesan kesalahan ditampilkan

SKEW

Mengembalikan kemiringan penyaluran.

Sintaksis

SKEW(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

Parameter harus menentukan setidaknya tiga nilai.

note

This function ignores any text or empty cell within a data range. If you suspect wrong results from this function, look for text in the data ranges. To highlight text contents in a data range, use the value highlighting feature.


Contoh

=SKEW(A1:A50) menghitung nilai kemiringan untuk data yang dirujuk.

SLOPE

Mengembalikan kemiringan garis regresi linier. Kemiringan disesuaikan dengan titik data yang diatur dalam nilai y dan x.

Sintaksis

LOGEST(Data_Y; Data_X; Jenis_Fungsi; Status)

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Contoh

-10000

STANDARDIZE

Mengkonversi nilai acak untuk nilai yang telah dinormalkan.

Sintaksis

NORMINV(Angka)

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

Rerata adalah rerata aritmatika dari distribusi.

StDev adalah standar deviasi dari distribusi.

Contoh

=STANDARDIZE(11;10;1) mengembalikan 1. Nilai 11 dalam distribusi normal dengan rata-rata 10 dan standar deviasi sama dengan 1 di atas rata-rata 10 , karena nilai 1 di atas adalah rata-rata standar distribusi normal.

STDEV

Memperkirakan standar deviasi berdasarkan sampel.

Sintaksis

STDEV(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

Parameter harus menentukan setidaknya dua nilai.

note

This function ignores any text or empty cell within a data range. If you suspect wrong results from this function, look for text in the data ranges. To highlight text contents in a data range, use the value highlighting feature.


Contoh

=STDEV(A1:A50) returns the estimated standard deviation based on the data referenced.

STDEVA

Menghitung perkiraan standar deviasi berdasarkan sampel.

Sintaksis

STDEVA(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

The parameters should specify at least two values. Text has the value 0.

Contoh

=STDEVA(A1:A50) mengembalikan perkiraan deviasi standar berdasarkan data yang direferensikan.

STDEVP

Menghitung standar deviasi berdasarkan seluruh populasi.

Sintaksis

STDEVP(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

note

This function ignores any text or empty cell within a data range. If you suspect wrong results from this function, look for text in the data ranges. To highlight text contents in a data range, use the value highlighting feature.


Contoh

=STDEVP(A1:A50) mengembalikan standar deviasi dari data yang direferensikan.

STDEVP

Menghitung standar deviasi berdasarkan seluruh populasi.

tip

This function is available since LibreOffice 4.2.


Sintaksis

STDEV.P(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

Contoh

=STDEV.P(A1:A50) mengembalikan standar deviasi dari data yang direferensikan.

STDEVP

Menghitung standar deviasi berdasarkan sampel dari populasi.

tip

This function is available since LibreOffice 4.2.


Sintaksis

STDEV.S(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

The parameters should specify at least two values.

Contoh

=STDEV.S(A1:A50) mengembalikan standar deviasi dari referensi data.

STDEVPA

Menghitung standar deviasi berdasarkan seluruh populasi.

Sintaksis

STDEVPA(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

Teks memiliki nilai 0.

Contoh

=STDEVPA(A1:A50) mengembalikan standar devisasi dari data yang direferensikan

STEYX

Mengembalikan kesalahan standar dari nilai y yang diprediksi untuk setiap x dalam regresi.

Sintaksis

LOGEST(Data_Y; Data_X; Jenis_Fungsi; Status)

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Kelas mewakili susunan dari batas nilai.

Contoh

-10000

T.DIST.2T

Menghitung Distribusi T siswa dua arah, yang merupakan distribusi probabilitas berkelanjutan yang sering digunakan untuk menguji hipotesis pada kumpulan data sampel kecil.

tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

CHIDIST

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

Derajat Kebebasan adalah jumlah derajat kebebasan untuk distribusi-t.

Contoh

=T.DIST.2T(1; 10) mengembalikan 0.3408931323.

T.DIST.RT

Menghitung Distribusi T kanan Siswa , yang merupakan distribusi probabilitas berkelanjutan yang sering digunakan untuk menguji hipotesis pada kumpulan data sampel kecil.

tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

CHIDIST

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

Derajat Kebebasan adalah jumlah derajat kebebasan untuk distribusi-t.

Contoh

=T.DIST.RT(1; 10) mengembalikan 0.1704465662.

T.INV.2T

Menghitung kebalikan dari Distribusi T Student dua arah, yang merupakan distribusi probabilitas berkelanjutan yang sering digunakan untuk menguji hipotesis pada himpunan data sampel kecil.

tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

TINV

Angka adalah probabilitas yang terkait dengan dua-sisi distribusi-t.

Derajat Kebebasan adalah jumlah derajat kebebasan untuk distribusi-t.

Contoh

=T.INV.2T(0.25; 10) mengembalikan 1.221255395.

TDIST

Mengembalikan distribusi t.

Sintaksis

Banyaknya foto dalam mode rentetan

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

Derajat Kebebasan adalah jumlah derajat kebebasan untuk distribusi-t.

Mode = 1 mengembalikan tes satu sisi, Mode = 2 mengembalikan tes dua sisi.

Contoh

-10000

TDIST

Mengembalikan distribusi t.

tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

Banyaknya foto dalam mode rentetan

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

Derajat Kebebasan adalah jumlah derajat kebebasan untuk distribusi-t.

Kumulatif = 0 atau FALSE mengembalikan fungsi kepadatan probabilitas, 1 atau TRUE mengembalikan fungsi distribusi kumulatif.

Contoh

=T.DIST(1; 10; TRUE) mengembalikan 0.8295534338

TINV

Mengembalikan inversi dari distribusi-t.

Sintaksis

TINV

Angka adalah probabilitas yang terkait dengan dua-sisi distribusi-t.

Derajat Kebebasan adalah jumlah derajat kebebasan untuk distribusi-t.

Contoh

=TINV(0.1;6) mengembalikan 1.94

TINV

Mengembalikan satu sisi kebalikan dari distribusi-t.

tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

TINV

Nomor adalah probabilitas yang terkait dengan distribusi t satu-ekor.

Derajat Kebebasan adalah jumlah derajat kebebasan untuk distribusi-t.

Contoh

=T.INV(0.1;6) mengembalikan -1.4397557473.

TTEST

Mengembalikan probabilitas yang terkait dengan Uji-t Siswa.

Sintaksis

TTEST(Data1; Data2; Mode; Jenis)

Data1 adalah larik atau rentang data dependen untuk catatan pertama.

Data2 adalah larik atau rentang data dependen untuk catatan kedua.

Mode = 1 menghitung tes satu sisi, Mode = 2 tes dua sisi.

Mengetik adalah jenis uji-t untuk dilakukan. Tipe 1 berarti berpasangan. Tipe 2 berarti dua sampel, varian yang sama (homoscedastic). Tipe 3 berarti dua sampel, varians tidak sama (heteroskedastik).

Contoh

-10000

TTEST

Mengembalikan probabilitas yang terkait dengan Uji-t Siswa.

tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

T.TEST(Data1; Data2; Mode; Tipe)

Data1 adalah larik atau rentang data dependen untuk catatan pertama.

Data2 adalah larik atau rentang data dependen untuk catatan kedua.

Mode = 1 menghitung tes satu sisi, Mode = 2 tes dua sisi.

Mengetik adalah jenis uji-t untuk dilakukan. Tipe 1 berarti berpasangan. Tipe 2 berarti dua sampel, varian yang sama (homoscedastic). Tipe 3 berarti dua sampel, varians tidak sama (heteroskedastik).

Contoh

-10000

VAR

Memperkirakan varians berdasarkan sampel.

Sintaksis

VAR(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

The parameters should specify at least two values.

note

This function ignores any text or empty cell within a data range. If you suspect wrong results from this function, look for text in the data ranges. To highlight text contents in a data range, use the value highlighting feature.


Contoh

-10000

VARA

Memperkirakan varians berdasarkan sampel. Nilai teks adalah 0.

Sintaksis

VARA(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

The parameters should specify at least two values.

Contoh

-10000

VARP

Memperkirakan varians berdasarkan sampel.

tip

This function is available since LibreOffice 4.2.


Sintaksis

VAR.S(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

The parameters should specify at least two values.

Contoh

-10000

VARP

Menghitung varian berdasarkan seluruh populasi.

Sintaksis

VARP(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

note

This function ignores any text or empty cell within a data range. If you suspect wrong results from this function, look for text in the data ranges. To highlight text contents in a data range, use the value highlighting feature.


Contoh

-10000

VARP

Menghitung varian berdasarkan seluruh populasi.

tip

This function is available since LibreOffice 4.2.


Sintaksis

VAR.P(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

Contoh

-10000

VARPA

Menghitung varian berdasarkan seluruh populasi. Nilai teks adalah 0.

Sintaksis

VARPA(Number 1 [; Number 2 [; … [; Number 255]]])

Number 1, Number 2, … , Number 255 are numbers, references to cells or to cell ranges of numbers.

Contoh

-10000

WEIBULL

Mengembalikan nilai dari distribusi Weibull.

Distribusi Weibull adalah distribusi probabilitas berkelanjutan, dengan parameter Alpha> 0 (bentuk) dan Beta> 0 (skala).

Jika C adalah 0, WEIBULL menghitung fungsi kepadatan probabilitas.

Jika C adalah 1, WEIBULL menghitung fungsi distribusi kumulatif.

Sintaksis

WEIBULL(Nomor; Alfa; Beta; C)

Nomor adalah nilai untuk menghitung distribusi Weibull.

Alpha adalah bentuk perameter dari distribusi Weibull.

Beta adalah skala parameter dari distribusi Weibull.

C menunjukkan jenis fungsi.

Contoh

=WEIBULL(2;1;1;1) mengembalikan 0.86.

Lihat jugaHalaman Wiki.

WEIBULL.DIST

Mengembalikan nilai dari distribusi Weibull.

Distribusi Weibull adalah distribusi probabilitas berkelanjutan, dengan parameter Alpha > 0 (bentuk) dan Beta > 0 (skala).

Jika C adalah 0, WEIBULL.DIST menghitung fungsi kepadatan probabilitas.

Jika C adalah 1, WEIBULL.DIST menghitung fungsi distribusi kumulatif.

tip

This function is available since LibreOffice 4.2.


Sintaksis

WEIBULL.DIST(Nomor; Alfa; Beta; C)

Nomor adalah nilai untuk menghitung distribusi Weibull.

Alpha adalah bentuk perameter dari distribusi Weibull.

Beta adalah skala parameter dari distribusi Weibull.

C menunjukkan jenis fungsi.

Contoh

=WEIBULL.DIST(2;1;1;1) kembali 0.8646647168.

Lihat jugaHalaman Wiki.

Mohon dukung kami!