Add-in Functions, Daftar Fungsi Analisis Bagian Satu

note

The Add-in functions are supplied by the UNO com.sun.star.sheet.addin.Analysis service.


Untuk mengakses fungsi ini...

Sisip - Fungsi - Kategori Tambahan


DELTA

Hasilnya BENAR (1) jika kedua angka, yang dikirim sebagai argumen, sama, jika tidak SALAH (0).

Sintaksis

DELTA(Number1 [; Number2])

Contoh

=DELTA(1;2) mengembalikan 0.

DEC2BIN

Hasilnya adalah bilangan biner bagi bilangan desimal yang dimasukkan antara -512 dan 511.

Sintaksis

DEC2BIN(Number [; Places])

Angka adalah angka desimal. Jika Angka negatif, fungsi mengembalikan angka biner dengan 10 karakter. Bit yang paling signifikan adalah bit tanda, 9 bit lainnya mengembalikan nilainya.

Posisi berarti banyaknya desimal yang ditampilkan.

Contoh

=DEC2BIN(100;8) mengembalikan 01100100.

HEX2BIN

Menghasilkan bilangan biner dari bilangan heksadesimal yang diberikan.

Sintaksis

HEX2BIN(Number [; Places])

Angka adalah angka heksadesimal atau string yang mewakili angka heksadesimal. Dapat memiliki maksimal 10 tempat. Bit yang paling signifikan adalah bit tanda, bit-bit berikut mengembalikan nilainya. Angka negatif dimasukkan sebagai pelengkap dua.

Posisi berarti banyaknya desimal yang ditampilkan.

Contoh

=HEX2BIN("6a";8) mengembalikan 01101010.

BIN2DEC

Menghasilkan bilangan desimal dari bilangan biner yang diberikan.

Sintaksis

BIN2DEC (Angka)

Angka adalah angka biner. Jumlahnya dapat memiliki maksimum 10 tempat (bit). Bit yang paling signifikan adalah bit tanda. Angka negatif dimasukkan sebagai pelengkap dua.

Contoh

=BIN2DEC(1100100) mengembalikan 100.

BIN2HEX

Menghasilkan bilangan heksadesimal dari bilangan biner yang diberikan.

Sintaksis

BIN2HEX(Number [; Places])

Angka adalah angka biner. Jumlahnya dapat memiliki maksimum 10 tempat (bit). Bit yang paling signifikan adalah bit tanda. Angka negatif dimasukkan sebagai pelengkap dua.

Jumlah tempat desimal yang ditampilkan

Contoh

=BIN2HEX(1100100;6) mengembalikan 000064.

BIN2OCT

Menghasilkan bilangan oktaf dari bilangan biner yang diberikan.

Sintaksis

BIN2OCT(Number [; Places])

Angka adalah angka biner. Jumlahnya dapat memiliki maksimum 10 tempat (bit). Bit yang paling signifikan adalah bit tanda. Angka negatif dimasukkan sebagai pelengkap dua.

Cacah berarti banyaknya desimal yang ditampilkan.

Contoh

=BIN2OCT(1100100;4) mengembalikan 0144.

BESSELJ

Menghitung fungsi Bessel dari jenis pertama Jn(x) (fungsi silinder).

Sintaksis

BESSELJ(X; N)

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

N adalah bilangan bulat positif (N >= 0) yang mewakili urutan fungsi Bessel Jn(x)

Contoh

=BESSELJ(3.45, 4), mengembalikan 0.196772639864984

=BESSELJ(3.45, 4.333), mengembalikan 0.196772639864984, sama seperti di atas karena bagian pecahan dari N diabaikan.

=BESSELJ(-1, 3), mengembalikan -0.019563353982668

GESTEP

Hasilnya adalah 1 jika Number lebih besar atau sama dengan Step.

Sintaksis

GESTEP(Number [; Step])

Contoh

=GESTEP(5;1) mengembalikan 1.

ERF.PRECISE

Mengembalikan nilai integral kesalahan Gaussian antara 0 dan batas yang diberikan.

tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

ERF.PRECISE(BatasBawah)

Batas Bawah adalah batas integral. Perhitungan berlangsung antara 0 dan batas ini.

Contoh

=ERF.PRECISE(1) mengembalikan nilai 0.842701.

ERF

Mengembalikan nilai integral kesalahan Gaussian.

Sintaksis

ERF(LowerLimit [; UpperLimit])

Batas Bawah adalah batas bawah integral.

Batas Atas adalah opsional. Ini adalah batas atas integral. Jika nilai ini tidak ada, perhitungan dilakukan antara 0 dan batas bawah.

Contoh

=ERF(0;1) mengembalikan nilai 0.842701.

ERFC

Mengembalikan nilai komplementer dari Gaussian error integral antara x dan tak terbatas.

Sintaksis

ERFC(Batas Bawah)

Batas Bawah adalah batas bawah integral

Contoh

=ERFC(1) mengembalikan 0.157299.

ERFC.PRECISE

Mengembalikan nilai pelengkap dari galat Gaussian yang tidak terpisahkan antara x dan infinity.

tip

This function is available since LibreOffice 4.3.


Sintaksis

ERFC.PRECISE(BatasBawah)

Batas Bawah adalah batas bawah integral

Contoh

=ERFC.PRECISE(1) mengembalikan 0.157299.

HEX2DEC

Menghasilkan bilangan desimal dari bilangan heksadesimal yang diberikan.

Sintaksis

HEX2DEC(Angka)

Angka adalah angka heksadesimal atau string yang mewakili angka heksadesimal. Dapat memiliki maksimal 10 tempat. Bit yang paling signifikan adalah bit tanda, bit-bit berikut mengembalikan nilainya. Angka negatif dimasukkan sebagai pelengkap dua.

Contoh

=HEX2DEC("6a") mengembalikan 106.

DEC2HEX

Menghasilkan bilangan heksadesimal dari bilangan desimal yang diberikan.

Sintaksis

DEC2HEX(Number [; Places])

Angka adalah angka desimal. Jika Angka negatif, fungsi mengembalikan angka heksadesimal dengan 10 karakter (40 bit). Bit yang paling signifikan adalah bit tanda, 39 bit lainnya mengembalikan nilainya.

Posisi berarti banyaknya desimal yang ditampilkan.

Contoh

=DEC2HEX(100;4) mengembalikan nilai 0064.

DEC2OCT

Menghasilkan bilangan oktal dari bilangan desimal yang diberikan.

Sintaksis

DEC2OCT(Number [; Places])

Angka adalah angka desimal. Jika Angka negatif, fungsi mengembalikan angka oktal dengan 10 karakter (30 bit). Bit yang paling signifikan adalah bit tanda, 29 bit lainnya mengembalikan nilainya.

Posisi berarti banyaknya desimal yang ditampilkan.

Contoh

=DEC2OCT(100;4) mengembalikan 0144.

HEX2OCT

Menghasilkan bilangan oktal dari bilangan heksadesimal yang diberikan.

Sintaksis

HEX2OCT(Number [; Places])

Angka adalah angka heksadesimal atau string yang mewakili angka heksadesimal. Dapat memiliki maksimal 10 tempat. Bit yang paling signifikan adalah bit tanda, bit-bit berikut mengembalikan nilainya. Angka negatif dimasukkan sebagai pelengkap dua.

Posisi berarti banyaknya desimal yang ditampilkan.

Contoh

=HEX2OCT("6a";4) mengembalikan 0152.

BESSELK

Menghitung fungsi Bessel yang dimodifikasi dari jenis kedua Kn(x).

Sintaksis

BESSELK(X; N)

X adalah nilai yang benar-benar positif (X > 0) di mana fungsi akan dihitung.

N adalah bilangan bulat positif (N >= 0) yang mewakili urutan fungsi Bessel Kn(x)

Contoh

=BESSELK(3.45, 4), mengembalikan 0.144803466373734

=BESSELK(3.45, 4.333), mengembalikan 0.144803466373734, sama seperti di atas karena bagian pecahan dari N diabaikan.

=BESSELK(0, 3), mengembalikan Kesalahan:502 - argumen tidak valid (X=0)

BESSELY

Menghitung fungsi Bessel yang dimodifikasi dari jenis kedua Yn(x).

Sintaksis

BESSELY(X; N)

X adalah nilai yang benar-benar positif (X > 0) di mana fungsi akan dihitung.

N adalah bilangan bulat positif (N >= 0) yang mewakili urutan fungsi Bessel Yn(x)

Contoh

=BESSELY(3.45, 4), mengembalikan -0.679848116844476

=BESSELY(3.45, 4.333), mengembalikan -0.679848116844476, sama seperti di atas karena bagian pecahan dari N diabaikan.

=BESSELY(0, 3), mengembalikan Kesalahan:502 - argumen tidak valid (X=0)

BESSELI

Menghitung fungsi Bessel yang dimodifikasi dari jenis pertama In(x).

Sintaksis

BESSELI(X; N)

Nilai adalah nilai yang akan diperiksa.

N adalah bilangan bulat positif (N >= 0) yang mewakili urutan fungsi Bessel In(x)

Contoh

=BESSELI(3.45, 4), mengembalikan 0.651416873060081

=BESSELI(3.45, 4.333), mengembalikan 0.651416873060081, sama seperti di atas karena bagian pecahan dari N diabaikan.

=BESSELI(-1, 3), mengembalikan -0.022168424924332

Mohon dukung kami!